Senin , 2 Agustus 2021

AKRI Membangun Ritel Koperasi Menuju Ritel Modrn Yang Berdaya Saing

Jember, 19 November 2010. “Dengan ketekunan membuat yang mustahil menjadi mungkin, yang mungkin menjadi kemungkinan besar, yang kemungkinan besar menjadi pasti “. Sebaris stagline yang diungkapkan Sekretaris AKRI DPC Jember, Mahsus Nurmanto mengawali rapat “Koordinasi Dan Sosialisasi Asosiasi Koperasi Ritel Indonesia” tanggal 13 Nopember 2010 di Ruang Rapat Gedung Politeknik Jember ini patut kita cermati. Sebuah filosofi yang menurut beliau bisa menjadi pegangan dalam upaya mengembangkan koperasi ritel Indonesia menjadi ritel modern yang berdaya saing di masa mendatang.

Kurang lebih sebanyak 30 Koperasi yang bergerak di bidang usaha ritel diundang dalam acara ini. Mereka diharapkan akan menjadi pioner-pioner ritel di Kabupaten Jember yang bisa menindak lanjuti program AKRI baik dari Propinsi maupun Kabupaten sehingga bermanfaat bagi koperasi ritel, khususnya di wilayah Jember.

Acara ini dibuka oleh Drs. Sudaljono yang mewakili Kepala Dinas Koperasi UMKM Kabupaten Jember yang pada saat acara tidak bisa hadir. Sebagai narasumber, hadir Bpk Humala, Manajer Koperasi RS. Soetomo Surabaya sekaligus Ketua DPP AKRI dan Ir. Hj. Samudji, Direktur Politeknik Jember sebagai Pembicara Tamu yang juga memberikan suntikan motivasi bagi peserta yang hadir.

Ahmad Rohid, Msi. Ketua DPC Kabupaten Jember mengatakan : “Berdirinya AKRI ini dilatarbelakangi oleh keinginan untuk benar-benar menggerakkan Potensi Koperasi di Jawa Timur agar perekonomian lebih baik terutama ritel”. Dengan melaksanakan program yang sudah ada, menurut beliau AKRI ini bertujuan untuk mensejahterakan anggota koperasi ritel khususnya di bidang pendistribusian dan harga agar lebih baik.

Dalam “diskusi dan sharing” bersama Bpk. Humala yang membahas masalah “Manajemen Operasional Ritel”, beliau menandaskan bahwa perlunya warga koperasi memiliki jiwa usaha / entrepreneur. Manajer Koperasi RS. Soetomo yang telah mampu mengembangkan koperasinya menjadi 8 unit usaha ini juga menekankan perlunya merubah mindset bahwa koperasi bukan hanya bisa bergerak di bidang 3 usaha saja meliputi simpan pinjam, pertokoan dan warung / kantin, melainkan juga dapat memperlebar usahanya seperti pembentukan CV yang menangani berbagai proyek, dll. Pengembangan usaha koperasi ini bisa melalui kerja sama dengan lembaga-lembaga yang concern dengan perkembangan koperasi.

Sebagai perbandingan, pesarta juga diajak mengunjungi KPRI Politeknik Jember untuk mengetahui sistem dan manajemen ritel yang diterapkan. Di tempat ini Bpk. Humala menjelaskan beserta contohnya tentang Manjemen Operasional Toko yang tepat dan benar. Menurut beliau ada 5 prinsip dasar dalam menjalankan store, yaitu : kontrol kwalitas dan rotasi produk; jaga kebersihan (housekeeping);, optimalkan stock; penempatan price tag (label harga) yang tepat, jelas dan benar; dan pelayanan yang baik dalam lingkungan yang ramah.

Selain itu untuk mengontrol keuntungan, beliau menekankan pada 3 prinsip dasar yaitu : Merchandising, meliputi tepat barang, harga, tempat, jumlah dan waktu; pengendalian biaya; dan pengendalian kehilangan.

Dengan ketekunan dalam menerapkan Manajemen Operasional Ritel yang bagus dan melalui pengembangan sektor usaha koperasi , tidak menutup kemungkinan koperasi ritel yang ada akan dapat berkembang menjadi ritel modern yang berdaya saing dalam wadah AKRI menuju pembangunan ekonomi yang lebih maju.

Bagikan Ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *