Sabtu , 16 Oktober 2021

Gabungan Koperasi Tani Akan Kembangkan Industri Rakyat Kakao.

Jember, Indonesia 31-Juli-2012. Sebagai tindak lanjut dari forum diskusi “Cacao Morning” di Fak. Ekonomi Unej beberapa waktu yang lalu, kemarin Senin (30/7) bertempat di kantornya, Mirfano Kepala Dinas Koperasi, UMKM mengadakan rapat koordinasi dengan 25 Koperasi Tani, terutama Koptan yang mengelola usaha produksi kakao. Rapat ini merupakan langkah awal untuk membentuk koperasi sekunder yaitu Gabungan Koperasi Tani dalam pengembangan industri rakyat kakao di Jember.

Mirfano mengemukakan bahwa komoditas yang akan menjadi fokus pengembangan Gabungan Koperasi Tani ini adalah kedelai dan kakao. Kedelai juga dilihat sebagai komoditas prospektif, mengingat akhir-akhir ini harganya yang melambung. Ini merupakan moment yang sangat menguntungkan untuk memaksimalkan bisnis kedelai di Kabupaten Jember.

Menurut beliau, agribisnis kedelai cukup menjanjikan, melihat di tahun 2011 produksi dalam negeri hanya mampu memproduksi 870 ribu ton, sedangkan konsumsi yang dibutuhkan 2,4 juta ton. Sehingga kebutuhan 1,6 juta ton dipenuhi dari import yang sebagian besar dari Amerika.

Sedangkan di Jember sendiri, 8 kecamatan penghasil kedelai terbesar hanya mampu memproduksi 16 ribu ton / tahun. Dengan jumlah penduduk sekitar 3 juta dengan standar konsumsi kedelai sebesar 21 ribu ton, maka permintaan yang sangat besar ini menunjukkan bahwa komoditas ini sanggat prospektif dan menjanjikan.

Pengembangan industri rakyat kakao dengan berbasis koperasi di Jember mendapatkan support dan dukungan sepenuhnya dari pemerintah. Diantaranya Deputi Koperas yang bulan lalu berkunjung ke Jember mengadakan pelatihan pengembangan kakao, Menteri Ristek dan Puslit Kopi dan Kakao Indonesia. “Tiga sumber pendanaan akan mensupport pengembangan pilot project industri rakyat kakao di Jember yaitu APBN, APBD Provinsi, dan APBD Kabupaten”, tambah Mirfano.

Koperasi tani yang diundang memberikan apresiasi positif peluang bisnis ini. Mereka menyambut baik dan siap mendukung pembentukan Gabungan Koperasi Tani yang akan terus di-follow up Dinas Koperasi untuk suksesnya pilot project ini.

Melalui Gabungan Koperasi Tani, mereka mengharapkan potensi agribisnis yang dimiliki bisa dikelola sendiri dan menghalau investor menguasai produksi kedelai dan kakao yang ada di Jember .

Bagikan Ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *