Senin , 2 Agustus 2021

Jatim segera bentuk 3.500 koperasi wanita syariah di tingkat desa

Kelompok masyarakat wanita berbasis fungsional perlu fasilitasi pembiayaan

Jawa Timur semakin gencar untuk mengembangkan kekuatan ekonomi masyarakat khususnya pembangunan di tingkat pedesaan. Untuk itu di tahun 2015 Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Koperasi dan UMKM akan segera membentuk dan memfasilitasi pendirian 3.500 Koperasi Wanita Syariah di tingkat desa.

Dalam Rakor Fasilitasi Permodalan Bantuan Hibah Keuangan Koperasi/Kelompok dengan Penerima Bantuan, Selasa (24/02) Dr. A. Mudjib Afan, M.Kes dalam sambutan pembukaannya rencana program tersebut telah tercantum pada Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun anggaran 2015 dengan memberikan bantuan hibah sebesar 25 juta rupiah tiap kelompok/koperasi.

Dengan semakin berkembangnya kelompok-kelompok wanita berbasis fungsional yang ada di Jawa Timur pada tiap tingkat desa yang terdiri dari kelompok majelis taklim, yasinan, fatayat, aisyiyah, maka melihat potensi itu selama tahun 2015 pembentukan koperasi wanita syariah akan dilakukan secara bertahap dan target saat ini sekitar 150 kelompok.

Bertempat di JX International Jl. A. Yani No. 99 Surabaya, rakor kali ini juga dihadiri oleh beberapa narasumber antara lain Dr. Wasiaturrahma (Dosen Departemen Ilmu ekonomi FEB Unair) dengan materi “Peran Koperasi Wanita Syariah dalam Program Keuangan Inklusif di Jawa Timur”, Ali Hamdan, S.Ag, M.Ei (Microfin Surabaya) dengan materi “Praktek Terbaik Pengelolaan Keuangan Syariah koperasi”, Ardi Hamzah, SE, M.Si, Ak. CA (Ikatan Akuntan Indonesia Wilayah Jawa Timur) dengan materi “Pelaporan Keuangan Bantuan Hibah Kelompok Fungsional sesuai dengan Stanar Akuntansi Keuangan(SAK) yang berlaku”, Drs. Cahyono, Ak (Praktisi) dengan materi “Mekanisme Monitoring dan Evaluasi Kinerja Bantuan Hibah Keuangan APBD”, Sutarto, SE, M.Si (Kasi Pembiayaan Jasa Keuangan) dengan materi “Mekanisme Pemberian Bantuan Hibah APBD ssuai dngan Ketentuan yang berlaku”.

Dengan melakukan pendampingan dan bimbingan diharapkan pembentukan koperasi/kelompok wanita syariah ini dapat meningkatkan perekonomian tingkat desa di Jawa Timur seperti kesuksesan pembentukan kopwan di tahun 2009 dan 2010 lalu.

Sumber : dinas koperasi jawa timur

Bagikan Ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *