Senin , 2 Agustus 2021

Jember Kembangkan Budidaya Jamur Tiram

Jember, 16 Maret 2012. Jamur tiram merupakan komoditas yang prospektif untuk dibudidayakan karena memiliki pangsa pasar yang masih sangat terbuka dan cukup menjanjikan. Bahan makanan yang cukup populer karena kelezatan dan gizinya ini bisa diolah menjadi aneka masakan ataupun bahan baku industri pembuatan tepung, pasta, ekstrak, minuman bahkan untuk pengobatan.

Koperasi Tani Jamur Nusantara (Kotanimura) melihat hal ini sebagai peluang untuk mengembangkan potensi petani jamur di Kabupaten Jember menjadikan jamur sebagai salah satu komoditi andalan sekaligus icon kebanggaan Kabupaten Jember. Tidak menutup kemungkinan dengan adanya wadah koperasi dan dukungan dari pihak-pihak terkait, nantinya Jember akan bisa menjadi penghasil jamur tiram terbesar di Indonesia.

Untuk lebih meningkatkan pengetahuan dan kemampuan anggotanya dalam teknik produksi budidaya jamur tiram, Kotanimura kemarin (15/3) menyelenggarakan pelatihan sehari bertempat di Graha Bina Insani Jl. Mastrip Jember diikuti kurang lebih 65 peserta dan beberapa diantaranya berasal dari luar Kabupaten Jember yaitu Bondowoso, Situbondo, Lumajang dan Probolinggo.

Pelatihan dibuka pukul 09.00 oleh Kepala Dinas Koperasi UMKM, Ir. Mirfano yang kali ini hadir untuk memberikan materi tentang “Ketahanan usaha mikro dalam pasar bebas”. Menurut Mirfano, Indonesia yang selama ini menjadi salah satu negara konsumen terbesar harus diubah menjadi produsen tangguh yang tidak hanya sebagai penyedia bahan baku saja, akan tetapi mampu mengolah sendiri hasil buminya sampai tahap consumer goods. Menurut beliau, jamur ini pengolahannya bisa didiversifikasi seperti menjadi kripik jamur atau aneka olahan yang lain. Dengan wadah koperasi, usaha budidaya jamur ini akan dibina menjadi usaha yang memiliki ketahanan yang tangguh sehingga bisa bersaing di pasar bebas.

Panitia mendatangkan pemateri Ikhwan Nurahman Tenaga Ahli Budidaya Jamur dari Probolinggo untuk sharing pengetahuan dan kemampuan teknik budidaya, juga memotivasi peserta menumbuhkan minat berwirausaha. Dalam diskusi panel yang diadakan, hadir pula wakil dari Disperindag, Disnakertran, Komisi B DPRD dan pihak perbankan.

Nurdiansyah Rahman Ketua Kotanimura menyampaikan bahwa produksi jamur Jember telah ikut memenuhi kebutuhan pasar lokal hingga ekspor. ”Secara rutin Jember sudah mengirim jamur tiram ke Surabaya untuk diolah menjadi kripik jamur dan juga kerjasama dengan eksportir untuk dikirim ke Korea menjadi bahan baku ektrak mie instan” ungkap Nurdin.

Sedangkan Bintoro Sekretaris Kotanimura berkata : “Koperasi kami yang bersekretariat di Jl. Danau Toba 19 ini telah menyediakan sedikitnya 15 tenaga lapangan untuk mendampingi para petani. Satu orang PPL akan mendampingi maksimal delapan petani”. Diharapkan dengan adanya pendampingan yang kontinu, petani bisa menghasilkan jamur tiram yang berkualitas dengan kuantitas yang semakin meningkat.

Bintaro menjelaskan bahwa Kotanimura berusaha mengatasi 3 kendala yang kebanyakan dihadapi petani jamur yaitu masalah teknologi, permodalan dan pemasaran. Melalui pelatihan yang akan diadakan secara bertahap, diharapkan transfer knowledge bisa diserap dengan baik sehingga teknologi budidaya bisa dikuasai. Koperasipun akan memfasilitasi permodalan dengan bekerjasama dengan pihak perbankan serta terus mengupayakan pengembangan pangsa pasar lokal sampai ekspor .

Bagikan Ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *