Sabtu , 16 Oktober 2021

Koperasi Mandiri Contohkan RAT Tepat Waktu

Jember, indonesia. Koperasi Mandiri yang dikelola oleh PNS di lingkungan Dinas Koperasi, UMKM memang seharusnya bisa menjadi contoh bagi koperasi yang lain. Selain melaksanaan organisasi dan manajemen usaha yang baik, koperasi ini juga menyelenggarakan RAT dan RK/RAPB sesuai jadual yang ditentukan.

Senin, 27 Februari 2012 kemarin, bertempat di Kantor Dinas Koperasi, sebanyak 35 orang anggota mengikuti RAT TB 2011 dan RK / RAPB TB 2012 dan dihadiri oleh Ketua Dekopinda Jember Edi Sudarso serta Kepala Dinas Koperasi, Ir. Mirfano selaku pembina Koperasi Mandiri.

Koperasi Mandiri ini bergerak di bidang usaha simpan pinjam, penjualan buku organisasi, sewa tempat dan jasa pembayaran rekening listrik. Dari laporan pertanggung jawaban yang disampaikan pengurus, pada umumnya semua unit usaha yang dijalankan dapat terealisasi dengan baik, hanya saja unit jasa pembayaran rekening listrik mengalami penurunan sangat drastis. Hal ini disebabkan adanya gangguan teknis sehingga kurang mampu memberikan pelayanan yang optimal.

Meskipun ada unit yang kurang maksimal kontribusinya, pendapatan tahun 2011 telah melampaui target yang diproyeksikan sebesar Rp. 169. 541.540 dapat mencapai Rp. 209.301.137 atau terealisasi sebesar 123,4 %. Sedangkan beban usaha dapat diefisiensi dari rencana Rp. 108.402.524 terealisasi Rp. 86.509.576 atau 79,8 %, sehingga Sisa Hasil Usaha yang dapat dicapai dari rencana Rp. 61.139.016 terealisasi Rp. 122.791.561 atau Rp. 119.291.561 (setelah dipotong pajak) .

Dari laporan keuangan yang disajikan, Pengawas menilai bahwa Koperasi Mandiri rentable dan solvable. Kemampuan untuk menghasilkan laba dengan modal sendiri mencapai 23 % yang melebihi standart bunga deposito bank, dan koperasi juga memiliki solvabilitas 203 %.

Sedangkan Edi Sudarso yang 3 tahun terakhir menghadiri RAT Koperasi Mandiri menilai bahwa ekuitas usaha Koperasi Mandiri baik. Hal ini ditunjukkan dari kenaikan jumlah aset + Rp. 200 juta per tahun. “Kesepakatan simpanan pokok sebagai modal ekuitas yang utama sebesar Rp. 500.000/orang menunjukkan partisipasi yang sangat besar dari anggota”, ungkapnya.

Di tahun 2012 ini, Koperasi Mandiri menargetkan pendapatan Rp. 171.497.500 dengan proyeksi biaya Rp. 109.585.000 dan SHU Rp. 61.912.500. Dengan memaksimalkan semua unit usaha dan terus meningkatan pelayanan, Koperasi Mandiri optimis akan dapat melayani dan semakin mensejahterakan anggotanya.

Data menurut M. Faruk Kasi Bina Usaha Koperasi : ” Sampai akhir bulan Februari ini kurang lebih masih 200 koperasi yang melaksanakan RAT atau masih 11,5 % dari 1.738 koperasi yang aktif di Kabupaten Jember”. Koperasi Mandiri salah satu koperasi yang telah melaksanakan RAT tepat waktu patut diikuti oleh koperasi yang lain dalam melaksanakan peraturan perkoperasian yang ada. Dinas Koperasi juga terus memberikan pendampingan agar kemampuan koperasi dalam melaksanakan RAT meningkat dan bisa dilaksanakan tepat waktu.

Bagikan Ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *