Sabtu , 16 Oktober 2021

Menciptakan Rupiah Dari Pengolahan Jamu / Herbal

Jember, Indonesia. Upaya pelaksanaan pendidikan kemasyarakatan dan pengembangan wirausahawan baru terus dilakukan oleh Diskop Provinsi, salah satunya bagi UMKM di seluruh Jawa Timur. Melalui Dinas Koperasi, UMKM Kabupaten Jember, kemarin Kamis, 13 januari 2011 telah dilaksanakan Pelatihan Pengolahan Jamu / Herbal bagi 100 UMKM bertempat di Balai Diklat KBN Jln Kalimantan Jember.

Materi pelatihan ini disampaikan oleh Ir. Munarsih, MM seorang praktisi yang menekuni usaha jamu “Toga Vitan” yang menyediakan jamu dan aneka produk olahan dari tumbuhan obat,  berlokasi usaha di Jl. Lahor No. 07 Batu Jatim.

Maksud dan tujuan diadakannya pelatihan ini menurut Agus Edhi Susanto, SE. Kasi Usaha Mikro, yang mewakili Kepala Dinas membuka acara adalah untuk transfer knowledge, meningkatkan skill / ketrampilan agar UMKM bisa meningkatkan usahanya atau diversifikasi usaha dengan memulai usaha baru sehingga menambah peluang untuk meningkatkan pendapatan keluarga (income generating) dan suatu saat bisa menjadi pengusaha yang handal.

Menurut beliau, UMKM terutama usaha yang berskala mikro dengan modal usaha kurang dari Rp. 5.000.000 ini perlu mendapat perlindungan dan pembinaan khususnya dari instansi terkait agar bisa survive dan berkembang menjadi wirausaha yang handal. Agus Edhi menyampaikan bahwa wirausaha yang handal harus memiliki7 hal penting yaitu  jiwa kepemimpinan; inovatif; pengambilan keputusan; harus tanggap dengan perubahan; ekonomis dan efisien; memperhitungkan aspek masa depan (visioner); dan sikap menghadapi resiko.

Ir. Munarsih, praktisi yang lebih akrab disapa Ibu Asih ini membuka wawasan peserta bahwa peluang usaha pengolahan jamu ini sangatlah prospektif. Selain budaya meminum jamu untuk kesehatan adalah tradisi leluhur dan pengobatan aman dengan “back to nature”, dilihat dari aspek ekonomi jamu juga bisa dijadikan komoditas bisnis dan memiliki pangsa pasar yang bagus.

“Harga bahan baku murah, sehingga harga produk terjangkau tapi margin yang diperoleh cukup besar, pengolahannya mudah dan bisa menjadi komoditas bisnis yang prospektif”, ungkap Ibu Asih menjelaskan peluang usaha herbal ini.”Produk olahan jamu sendiri bisa berupa  functional food, medical food ataupun aromatherapy “, imbuh beliau.

Satu hal yang perlu ditekankan menurut Ibu Asih adalah perlunya membuka wawasan dan menanamkan mindset masyarakat bahwa  jamu adalah pengobatan yang ilmiah dan sudah diteliti secara klinis. Jamu yang pengolahannya memenuhi standart mutu akan bisa membantu penyembuhan secara medical.Hal ini bisa disosialisasikan melalui seminar-seminar ilmiah ataupun melalui pelatihan dan pendidikan.

Motivasi yang diberikan Ibu Asih ini ternyata mampu mengobarkan kembali semangat pengusaha mikro ini, terbukti antusiasme peserta pelatihan pada saat tanya jawab dan praktek langsung pembuatan jamu. Selain itu untuk memfasilitasi agar ilmu yang didapat bisa langsung dipraktekkan, masing-masing peserta mendapatkan bantuan peralatan produksi dari Diskop Provinsi berupa 1 set peralatan pembuatan jamu.

Harapannya, pelatihan ini bisa menjadi awal sebuah gerakan bersama untuk pengembangan usaha-usaha yang bisa meningkatkan UMKM dan meningkatkan ekonomi dan kesehatan di Kabupaten Jember.

Bagikan Ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *