Senin , 20 September 2021

MENUJU KOPERASI YANG BAIK

Jember, Indonesia. Kelembagaan koperasi sangat penting karna menentukan tujuan kegiatan, status, hukum, manajemen, dan sumber daya manusia di dalam koperasi. Pengelolaan organisasi koperasi bertujuan agar koperasi bisa berjalan dengan baik. Koperasi perlu dijalankan secara professional dan melibatkan unsur-unsur antara lain rapat anggota, pengurus, anggota, dan badan pengawas. Ketiga unsur itu berkerja sama untuk mencapai tujuan koperasi. Pengelolaan koperasi sebaiknya berpedoman pada tiga sehat, yaitu sehat organisasi, sehat usaha, dan sehat mental.

Secara normatif pengelola (pengurus) dalam organisasi koperasi memiliki fungsi yang amat strategis yaitu bertindak sebagai pengusaha yang menjaga kesinambungan koperasi sebagai lembaga ekonomi yang efisien. Rendahnya kualitas dari pengurus koperasi disebabkan oleh berbagai faktor antara lain rendahnya kemampuannya sebagai seorang wirausaha dalam mengelola koperasi. Hal ini yang mengakibatkan proses manajemen koperasi lemah sehingga arah dan tujuan yang hendak di capai koperasi tidak bisa diraih terutama dalam peningkatan perkembangan usaha dari koperasi. Seperti yang diungkapkan oleh Partadiredja (1995:9) “Salah satu faktor yang menentukan keberhasilan suatu Koperasi adalah Manajemen”.

Dengan kata lain berhasil tidaknya koperasi sangat tergantung pada kemampuan manajemen, yang dalam hal ini dapat dilaksanakan oleh pengurus ataupun oleh manajer. Dalam arena persaingan global yang semakin ketat, eksistensi individu, masyarakat ataupun organisasi akan ditentukan oleh keunggulan daya saing yang berkesinambungan. Hanya dengan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan mempunyai daya saing tinggi, suatu masyarakat atau organisasi termasuk Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) dapat mengatasi tantangan dan memanfaatkan peluang yang ada.

Untuk meningkatkan kemampuan pengurus itulah Dinas koperasi, UMKM Kabupaten Jember melalui bidang Pengawasan dan Pengembangan SDm penyelenggarakan Diklat Teknis Perkoperasian bagi pengurus di Rumah Makan Sumber Nikmat pada tanggal 16 April 2015 dengan pengundang 40 orang yang terdiri dari pengurus Koperasi Simpan Pinjam (KSP), Koperasi Mahasiswa (Kopma), Koperasi, KJKS, Koperasi Syariah. Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Ir. Mirfano. “ Jumlah koperasi yang ada di Jember 1.846 unit dengan pertumbuhan koperasi yang ada di Jember merupakan jumlah terbanyak di Jawa Timur dan yang kedua adalah Surabaya “ kata Mirfano dalam sambutannya. Dari jumlah koperasi yang ada di Jember tidak sebanding dengan jumlah anggota koperasi dibandingkan jumlah penduduk Jember. Hal ini dikarenakan minat masyarakat untuk berkoperasi masih kurang. Faktor menyebabnya adalah kurang sosialisasi termasuk peran Dinas Koperasi, UMKM Kabupaten Jember masih kurang.Koperasi masa depan adalah koperasi yang berbasis bisnis artinya koperasi yang berinvestasi. Untuk itu kemampuan pengurus sangat dibutuhkan dalam pengelolaan koperasi. “ Membangun koperasi yang berbasis bisnis dan loyal” pesan Ir. Mirfano kepada pengurus koperasi menutup sambutannya sebelum meresmikan kegiatan tersebut.

Sebagai nara sumber adalah dari jajaran pejabat di Dinas Koperasi, UMKM Kabupaten Jember. Agus Edhi Susanto, SE (Kasie Usaha Mikro) dengan materi Nilai-Nilai Dasar dan Prinsip-Prinsip Koperasi, Muhammad Zuhdi, SE (Kasie Kelembagaan) denga materi Kelembagaan Koperasi. Agus Edhi Susanto mengatakan bahwa Dinas Koperasi, UMKM siap menerima pertanyaan dari masyarakat tentang perkoperasian kata Agus Edhi sebelum memaparkan materinya. Dalam koperasi antara pengurus, pengawas dan anggota merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Pengawas merupakan pengendali internal dalam menjalankan fungsi-fungsi manajemen. Antara pengurus dan pengawas harus berjalan bersama untuk menjalankan koperasi dan minimal 3 bulan sekali pengawas harus mengadakan pengendalian terhadap koperasi.

Dengan diadakannya kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan wawasan dan pengetahuan pengurus sehingga kualitas koperasi dapat meningkat. Terlebih untuk menghadapi era globalisasi, kemajuan dan tingkat sumber daya manusia dituntut untuk ditingkatkan.

Bagikan Ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *