Sabtu , 8 Mei 2021

PELATIHAN AKUNTANSI BAGI PENGURUS KOPERASI

Jember, Indonesia Koperasi adalah soko guru perekonomian Indonesian dapat diartikan bahwa koperasi sebagai pilar atau penyangga utama utama dalam sistem perekonomian nasiaonal. Keberadaannya diharapkan dapat banyak berperan aktif dalam mewujudkan kesejahteraan dana kemakmuran rakyat. Koperasi merupakan organisasi yang berusaha menggerakkan potensi sumber daya ekonomi demi memajukan kesejahteraan anggota. Karena sumber daya ekonomi tersebut terbatas dan dalam mengembangkan koperasi harus mengutamakan kepentingan anggota. Maka koperasi harus mampu bekerja seefisien mungkin dan menjalankan prinsip-prisip koperasi serta kaedah-kaedah ekonomi.

Pembinaan koperasi saat ini belum banyak membawa perubahan oleh sebab itu sebagai intansi terkait yang mengangani bidang perkoperasian dan UMKM Dinas Koperasi, UMKM Kabupaten Jember berkewajiban untuk meningkatkan kualitas koperasi khususnya yang berada di Kabupaten Jember agar lebih berkualitas. Meningkatkan sumber daya manusia dalam hal ini pengurus koperasi diharapkan dapat mengelola koperasi dapat secara maksimal. Bertempat di Graha Bina Insani Jalan Mastrip Dinas Koperasi, UMKM Kabupaten Jember menyelenggarakan pelatihan akuntansi bagi pengurus koperasi dalam rangka peningkatakan sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan perkoperasian yang dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 23 April 2014 dengan menghadirkan 40 koperasi se Kabupaten Jember.

Tujuan pelatihan adalah meningkatkan pengetahuan peserta tentang adminstrasi usaha khususnya manajemen usaha simpan pinjam. Dibuka oleh Sekretaris Dinas Koperasi, UMKM Kabupaten Jember  Drs. Murtadlo, Msi mewakili Kepala Dinas Koperasi, UMKM Kabupaten Jember. Dalam sambutannya Drs. Murtadlo, Msi mengatakan, Pemerintah Kabupaten Jember dalam melaksanakan tugas pokok terutama dibidang berkoperasian ditangani oleh Dinas Koperasi, UMKM Kabupaten Jember oleh sebab itu diharapkan dapat lebih berperan aktif meningkatkan kualitas koperasi. Masih banyaknya koperasi yang tidak aktif  maka sebagai dinas terkait berkewajiban untuk membina atau membubarkan koperasi yang tidak aktif.

Perkembangan perekonomian yang maju pesat dan koperasi sebagai penggerak perekonomian maka diharapkan akan mencul ekonomi kreatif  terutama dibidang koperasi. Dengan timbulnya ekonomi kreatif dibidang koperasi diharapkan  akan timbul ide-ide baru yang dapat meningkatkan perekonomian.

Perubahan Undang-Undang  tentang perkoperasian dari  Nomor 25 Tahun 1992 ke Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2012 diharapkan tidak mempermasalahkan perubahan tersebut karena hal yang terpenting adalah menangkap peluang yang. Karenanya mari  memandang negara kita Indonesia tidak hanya sebagai negara kesatuan dalam pengertian demografi dari Sabang sampai Merauke tetapi harus juga dipandang sebagai satu kesatuan hukum sehingga Undang-undang Nomor 17 Tahun 2012 merupakan undang-undang yang mengatur koperasi di seluruh Indonesia.

Apabila ada pihak-pihak yang keberatan dapat melakukan uji materi melalui Mahkamah Konstitusi (MK). Sebagai pemateri adalah Drs. Murtadlo, Msi (UU
Perkoperasian Nomor 17 tahun 2012), Agus Edhi Sesanto, SE ( Pengawasan dan pengendalian koperasi), Yudo Minarto ( Laporan keuangan koperasi)
Dengan diadakan pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan / kualitas Sumber Daya Manusia Koperasi dalam penyusunan laporan keuangan yang akuntabel dan diharapkan semua peserta yang mengikuti pelatihan tersebut dapat menerima manfaatnya dengan dan dapat direalisasikan dengan baik.

Bagikan Ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *