Senin , 2 Agustus 2021

PELATIHAN WARUNG KOPI BERJARINGAN

Tingkat perekonomian di Kabupaten Jember pada setiap tahunnya mengalami peningkatan seiring dengan pembagunan daerah yang maju pesat. Warung kopi dan warung rakyat banyak tersebar di wilayah kabupaten Jember banyak diminati masyarakat. Pemerintah Kabupaten Jember menargetkan 1.000 warung kopi dan warung rakyat berjaringan selama lima tahun kedepan. Kagiatan pelatihan warung kopi dan warung rakyat bertujuan untuk meningkatkan kualitas warung baik dalam penyajian, pelayanan dan manajemen. Pelatihan ini dibagi 2 tahap yaitu tahap pertama pelatihan warung kopi (20 Desember 2016) dengan peserta 200 orang dan tahap dua pelatihan warung rakyat (22 Desember 2016) dengan peserta 200 orang. Acara pembukaan pelatihan mengundang camat dari 12 kecamatan (Sumbersari, Kaliwates, Patrang, Sukorambi, Panti, Rambipuji, Ajung, Jenggawah, Balung, Arjasa, Pakusari), Perbankkan, OJK dan tamu undangan dari satuan kerja perangkat daerah yang ada di Pemerintahan Kabupaten Jember. Berlangsung di Aula Diklat Kabupaten Jember dibuka langsung oleh Bupati Jember, dr. Faida, MR.

Peserta pelatihan warung kopi berjumlah 200 orang dari 12 kecamatan. Peserta selain mendapat kertampilan meracik dan menyajikan juga mendapat bantuan peralatan guna membantu usaha mereka. Dengan konsep warung kopi berjaringan bertujuan untuk mengkonekfitas distribusi bahan-bahan yang diperdagangkan yaitu dengan pemutusan rantau distribusi dan bahan diperoleh dari produsen atau distributor pertama. Dan barang dagangan yang dijual diharapkan adalah produk lokal sehingga produk lokal lebih dikenal dan diminati. Pelatihan ketrampilan warung kopi dipandu oleh 20 barista yang ada di Jember.

Sebagai dukungan dari kegiatan ini dilakukan penandatangan komitmen mendukung program 1.000 warung kopi dan warung rakyat berjaringan oleh Komisi B Jember

Setelah kegiatan pelatihan warung kopi ini agar bisa berkembang dan berdaya saing dan dapat membuka peluang kerja bagi masyarakat. Dan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat yang ada di pelosok desa, tak lain adalah pemilik warung kopi yang ada di desa dan di seluruh kecamatan.

Bagikan Ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *