Sabtu , 16 Oktober 2021

Pemkot Bontang Tertarik dengan program LKMM Jember

Jember, Indonesia. Kemiskinan merupakan masalah krusial yang pengentasannya sangat sulit diselesaikan. Upaya pengentasannya tidak hanya perlu melalui pembangunan infrastruktur yang bersifat fisik saja seperti pembangunan jalan agar mereka memiliki akses yang baik dan tidak terisolir, melainkan juga sangat penting dibangun infrastruktur di bidang ekonomi, salah satunya dengan mendirikan Lembaga Keuangan di lingkungan masayarakat miskin.

Kesuksesan Dinas Koperasi UMKM Jember yang telah memberikan kontribusi cukup besar dalam upaya pengentasan kemiskinan di Kota Jember melalui pendirian Lembaga Keuangan Mikro Masyarakat (LKMM) yang lebih populer disebut Bangk Gakin membuat Pemerintah Kota Bontang tertarik untuk duplikasi mengembangkannya.

Terbukti, rombongan dari Pemerintah Kota Bontang sebanyak 3 orang berkunjung ke Jember untuk orientasi ke LKMM (Bangk Gakin) binaan Dinas Koperasi, belajar mekanisme manajemennya dan cara pendekatan pada masyarakat sehingga bisa eksis dan berkembang baik sampai sekarang. Turut serta dalam kunjungan tersebut Drs. H. Abdul Muis P, MM Asisten Administrasi Ekobang dan Kesmas, Ahmad Ridwansyah, SE Kepala Bidang Koperasi Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM. Drs,. Akhmad Suharto, M.Si. Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja dan beberapa pengusaha UKM Kota Bontang.

Mereka melihat 2 keistimewaan LKMM binaan Dinas Koperasi Jember yang menjadi pembeda dari Lembaga Keuangan lain yaitu dalam pemilihan pengelola dan anggota yang harus memiliki tanggung jawab terhadap eksistensi dan perkembangan LKMM yang didirikan. Pertama, pengelola / pengurus dipilih secara grounded, artinya mereka tiidak dipilih atau ditunjuk oleh birokrat melainkan dipilih menurut pendapat masyarakat sekitar yaitu orang- orang yang amanah, berjiwa sosial, tanpa pamrih, memiliki keteladanan dan cacat sosial paling sedikit. Kedua, rekruitmen anggota dipilih oleh pengelola berdasarkan sistem kepercayaan dan melihat kemauan mereka untuk mengembangkan usaha.

Salah satu dari mereka Ahmad Ridwansyah, SE mengemukakan kekhawatiran permasalahan yang kerap terjadi dalam program semacam ini adalah masalah kredit macet. Bagaimana mengantisipasi kredit macet agar Lembaga Keuangan bisa berjalan lancar, katanya.

Ir. Mirfano kepala Dinas Koperasi UMKM Jember menjawab bahwa perlu merubah mindset masyarakat bahwa program LKMM ini bukan sekedar dana hibah belaka. Mereka harus memiliki tanggung jawab moral untuk mengembalikan dana yang dipinjamkan melalui peningkatan usaha, ungkapnya.

Untuk itu, Dinas Kioperasi melakukan pembinaan khusus terhadap pengurus dan anggota secara bertahap dan simultan. Kalaupun ada kredit macet di LKMM binaan kami tidak lebih dari 5% dan selama ini bisa diselesaikan dengan baik. LKMM kami juga memiliki ada cadangan resiko jika diperlukan lanjut Mirfano.

Menyimak testimoni Pengurus LKMM

Selama 2 hari di Jember tanggal 16-17 November 2009 rombongan mengunjungi 3 LKMM yaitu LKMM Semenggu, Wonosari dan Mandiri. Mereka melihat program telah menyentuh langsung wajah kehidupan rakyat miskin dan mampu meningkatkan income generating pada keluarga miskin di Kota Jember. Hal ini semakin menguatkan keinginan mereka untuk replikasi Bangk Gakin dan segera mengembangkannya di Kota Bontang.

Bagikan Ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *