Kamis , 7 Juli 2022
Breaking News

Penandatanganan Kontrak Swakelola Tipe II antara Diskopum dan Puslitkoka

Senin (10/01/2022) telah dilaksanakan penandatanganan kontrak swakelola tipe II antara Dinas Koperasi an Usaha Mikro Kabupaten Jember dengan Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (Puslitkoka).

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Arismaya Parahita, S.P memaparkan bahwa kerja sama ini dalam rangka pengembangan agribisnis kopi dengan target sebagai produsen kopi robusta. “Untuk menjadikan Jember sebagai sentra penghasil kopi robusta terbaik di Indonesia, sesuai arahan bapak bupati,” ujarnya disela MoU yang digelar di Desa Kaliwining, Rambipuji.

MoU ini merupakan memontum bersejarah bagi Pemkab Jember, sebab sejak 111 tahun Puslit Koka berdiri baru kali ini menjalin kontrak langsung tertulis. Arismaya menjelaskan bahwa dalam kerjasama swakelola tipe II ini, pihak Diskop dan UM yang merencanakan dan mengawasi, sementara eksekutornya adalah Puslit Koka. “Karena Puslit lembaga yang kompeten, baik secara nasional maupun internasional, dengan SDM, sarana dan pengalaman yang tidak perlu diragukan lagi. Ini kalau tidak dimanfaatkan sangat disayangkan,” ujar beliau

Anggaran dalam kerjasama ini senilai Rp 500 juta untuk lima kegiatan yang bersumber dari APBD 2022. Mulai dari Holistik Coffee Expo, Kemitraan bisnis, Inkubasi, Jaring pemasaran dan pelatihan pasca panen kopi. “Dan semua pesertanya adalah petani kopi, UMKM dan juga Koperasi, yang ada di Jember,” imbuhnya.

Kepala Puslit Koka Indonesia Agung Wahyu Susilo memaparkan bahwa, telah melakukan banyak penelitian soal kopi dan kakao, mulai dari pembibitan , teknologi proses dan pendampingan bisnis di tiap-tiap daerah. “Mulai Aceh hingga Papua, dan baru kali inilah kerjasama yang dilakukan oleh Diskop, dengan kerja sama ini diharapkan adanya inovasi-inovasi yang baik untuk pengembangan kopi dan kakao di Kabupaten Jember,” jelasnya. Agung menyebut, kerja sama ini menjadi langkah awal, untuk membangun sinergitas antara Pemkab Jember dengan Puslit Koka. “Sudah bertaraf Internasional, dan Puslit di Jember ini paling tua di dunia, sehingga kalau tidak dimanfaatkan masyarakat Jember sangat disayangkan, wong orang Vietnam saja jauh-jauh ke sini cuma ingin belajar produksi kopi

 

Bagikan Ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *