Kamis , 25 Februari 2021

Peningkatan Kesejahteraan Keluarga Tanggulangi Masalah Pekerja Anak

Jember, 23 Juni 2011. Kesejahteraan keluarga terutama ibu memiliki hubungan atau korelasi yang erat dengan kualitas hidup dan pendidikan anak. Melalui LKMM program pemberdayaan kaum perempuan yang dikembangkan Dinas Koperasi, diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga anggota yang akan memungkinkan mereka mampu memberikan kualitas hidup dan pendidikan yang lebih baik sehingga tidak terjebak dalam masalah pekerja anak yang saat ini cukup memprihatinkan.

Hal ini disosialisasikan kepada kurang lebih 260 undangan dalam “Rapat Koordinasi Dan Evaluasi LKMM dan Pelatihan Tentang Pekerja Anak Bagi Fasilitator dan Supervisor LKMM Kab. Jember” pada hari Rabu – Kamis, 22-23 Juni 2011 di Gedung Yayasan Bina Insani Jl. Mastrip Jember.

Acara hari pertama dihadiri oleh Ir. Mirfano, Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan anggota Komisi B DPRD Kab. Jember sebanyak 7 orang, Tim Monitoring dan Evaluasi Kab. Jember, perwakilan ILO Jawa Timur, pengusaha sektor ritel dan 260 undangan yang terdiri dari pengurus, fasilitator dan supervisor LKMM.

Ir. Mirfano dalam sambutannya menekankan kepada seluruh pengurus LKMM agar mereka lebih memperkokoh kerukunan dan gotong royong sesama pengurus, dapat mengelola keuangan LKMM dengan lebih hati-hati dan bertanggung jawab, dan lebih memahami tugas  fungsinya masing-masing.agar upaya peningkatan kesejahteraan LKMM dapat terwujud sehingga dapat meminimalisir masalah pekerja anak.

Ibu Lilik Ni’amah, STP. Wakil Ketua Komisi B DPRD yang juga hadir sangat apresiatif memberikan penghargaan penuh terhadap pengurus, fasilitator dan supervisor yang telah mampu menggerakkan perekonomian skala kecil di tingkat Dusun dimana LKMM berada. “Dengan semakin berdayanya kaum perempuan diyakini akan memperbaiki struktur ekonomi masyarakat Kab. Jember”. ungkap beliau.

Sedangkan salah satu anggota Komisi B Bpk Suroso menekankan fungsi dan peran Komisi B dalam mendukung suksesnya program LKMM ini. Komisi B siap mendukung secara penuh, mengingat program ini menunjukkan hasil yang telah nampak sebagai upaya pengentasan kemiskinan di Kabupaten Jember.

Dalam kesempatan acara ini, Komisi B juga memperkenalkan seluruh anggotanya agar para aktifis di LKMM dapat mengenal sekaligus membuka peluang komunikasi jika ada hal-hal yang perlu dibicarakan lebih lanjut. Mereka juga membuka dialog tanya jawab dengan peserta rapat untuk menggali informasi berkaitan dengan masalah yang terjadi di masyarakat sekaligus menjawab solusinya.

Perwakilan ILO Jawa Timur pada pelatihan ini menyampaikan program-program ILO tentang penanggulangan dan penghapusan pekerja anak yang diwakili oleh Bpk Irfan Afandi selaku Koordinator Perwakilan International Labour  Organization(ILO) Jawa Timur. Diharapkan melalui pemberdayaan LKMM ini, akan dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga sehingga memungkinkan mereka untuk mampu membiayai pendidikan / sekolah anak dan menghapus masalah pekerja anak.

Mengingat fasilitator dan supervisor merupakan ujung tombak untuk pengembangan LKMM,  maka pada pertemuan taggal 23 Juni 2011 Bpk Irfan Afandi khusus membekali  mereka dengan pelatihan untuk lebih mendalami Bentuk-Bentuk Terburuk Pekerjaan Anak ( BTPA) dan cara penanggulangannya melalui berbagai kegiatan seperti simulasi dan permainan interaktif.

Perkembangan  LKMM bentukan tahun 2010 cukup bagus. Sebanyak 177  LKMM sudah terealisasi dan beroperasi dengan baik, meskipun ada 3 LKMM yang terlambat pengusulannya yaitu LKMM yang berlokasi di Kec. Kaliwates, Pakusasri dan Patrang. Hal ini disampaikan Bpk Agus Edhi Susanto, SE Kasi Usaha Mikro Dinas Koperasi, UMKM Menurut beliau program ini akan terus dikembangkan dan rencananya untuk tahun 2011 ini Dinas Koperasi menargetkan pembentukan  80 LKMM baru

Pada acara ini Dinas Koperasi juga menghadirkan pelaku usaha sektor ritel Ibu Lily dengan tujuan untuk lebih mengembangkan peluang usaha LKMM dengan menjalin kerjasama usaha jaringan di sektor ritel bahan pokok, sehingga upaya peningkatan kesejahteraan keluarga akan semakin cepat terwujud dan mendukung penanggulangan masalah pekerja anak.

Bagikan Ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *