Minggu , 7 Maret 2021

Peringatan HARKOPNAS KE – 68

PUNCAK PERINGATAN HARI KOPERASI NASIONAL KE 68

Masih banyak Koperasi yang hanya stempel saja” kata Wakil Presiden (Wapres) RI, Jusuf Kalla, dalam pidatonya pada upacara puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-68 tahun 2015 di alun-alun rumah jabatan Gubernur NTT, Minggu (12/7/2015). “Ini harus ditertibkan sehingga semua koperasi yang beroperasi bisa teratur dan tertib administrasi.” tegas pria asal Sulawesi Selatan ini dalam logat Makasar yang sangat kental.  “Bagaimana pemerintah bisa beri bantuan kalau koperasinya hanya nama saja, tapi usaha tidak ada. Saya berharap semoga kedepannya tidak ada lagi koperasi papan nama atau koperasi stempel”.

“Jumlah koperasi di Indonesia saat ini meningkat pesat. Kini jumlah koperasi ada 209.488 unit. Dari jumlah ini, koperasi yang aktif tercatat ada 147.249 unit atau hanya 70 persen”. Jusuf Kalla mengharapakan agar peringatan hari koperasi nasional ke-68 ini menjadi momentum bagi para pengurus koperasi untuk mengevaluasi kinerja mereka selama ini. Pemerintah siap memberikan bantuan apabila koperasi benar-benar nyata dan memang ada usahanya.

Pada kesempatan ini Jusuf Kalla juga mengungkapkan bahwa sampai saat ini, undang-undang Koperasi sudah direvisi sebanyak lima kali. “Ini harapan kita semua kepada pak Novanto (Setya Novanto – ketua DPR RI) agar bisa bekerja lebih cepat lagi dalam menyelesaikan revisi undang-undang Koperasi yang baru”

Turut hadir pada Upacara Puncak Harkopnas 2015, Ketua DPR RI, Drs. Setya Novanto; Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya, Menteri Perindustrian Saleh Hussein, Menteri Koperasi, Ketua Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin), Nurdin Halid, Ketua Panitia Harkopnas tingkat Pusat dan Panitia tingkat Daerah, para pejabat Provinsi NTT, dan ribuan anggota Koperasi dari seluruh NTT serta para undangan lainnya.

Bagikan Ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *