Sabtu , 16 Oktober 2021

PERTUMBUHAN KOPERASI DAPAT MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN ANGGOTA

Jember, Indonesia. Sejak awal mula pertumbuhan koperasi, disadari bahwa pendidikan dan pelatihan merupakan salah satu unsur penting yang harus dilaksanakan untuk menambah pengetahuan dan keterampilan serta wawasan dalam perkoperasian.  Para pelopor koperasi Rochdale bahkan menganggap bahwa pendidikan dan pelatihan harus dilaksanakan secara terus menerus, sebagai dasar untuk mempertahankan kelanjutan hidup koperasi.

Dengan melihat pentingnya pendidikan dan pelatihan bagi pengurus koperasi terlebih bagi koperasi yang baru berdiri, maka Dinas koperasi, UMKM Kabupaten Jember melalui Bidang Pengawasan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia menyelengarakan Diklat Perkoperasian bagi pengurus koperasi yang bertajuk Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia (Pengurus) Pengelola Koperasi dalam Pengelolaan Koperasi dan Usaha Koperasi. Kegiatan tersebut diselenggarakan di Rumah Makan Sumber Nikmat Jl KH. Agus Salim 23 Jember pada tanggal 18 Februari 2015 dengan mengundang 40 koperasi yang terdiri dari Koperasi Simpan Pinjam (KSP), Usaha Simpan Pinjam (USP), Keperasi Masyarakat Daerah Hutan (KMDH), Koperasi Wanita (Kopwan). Dimana 70% dari undangan tersebut merupakan koperasi yang baru berdiri. Tujuan dari kegiatan tersebut adalah meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia bagi pengurus untuk mengelola koperasi dan usaha koperasi. Diklat dibuka langsung oleh Kepala Dinas Koperasi UMKM Kabupaten Jember, Ir Mirfano dalam pembukaannya Ir. Mirfano mengatakan bahwa dari 1.846 koperasi yang ada di Kabupaten Jember hanya 70 % yang aktif. Untuk mendirikan koperasi baru merupakan hal yang mudah akan tetapi berbanding terbalik untuk membubarkan koperasi yang tidak aktif. Sebab jumlah koperasi yang ada di Kabupaten Jember tidak sebanding dengan jumlah koperasi yang aktif maka diperlukan untuk membubarkan koperasi. Ada 3 macam koperasi yang ada yaitu 1) Koperasi Pedati yang merupakan koperasi yang didirikan oleh 1 orang saja 2) Koperasi Merpati yaitu koperasi yang didirikan untuk mendapatkan fasilitas pemerintah saja 3) Koperasi Sejati yaitu koperasi yang benar-benar tumbuh. Ir Mirfano juga mengatakan dalam menjalankan atau pengelola koperasi sangat sulit apalagi dengan kondisi sekarang ini. 424.000.000 pengusaha yang ada di Jember mengharapkan bantuan permodalan dari perbankan akan tetapi perbankan tidak cukup permodalan untuk memenuhi kebutuhan para pengusaha tersebut. Oleh karena itu diharapkan pengurus koperasi untuk lebih berkerja keras untuk lebih menumbuhkan perkoperasian agar lebih bermanfaat bagi anggota juga untuk masyarakat sekitar.

Pemateri kegiatan tersebut merupakan para pejabat di Dinas Koperasi, UMKM Kabupaten Jember yaitu H. Muhammad Zuhdi, SE (Kasi Kelembagaan) dengan materi Kelembagaan Koperasi, Agus Edhi Susanto, SE (Kasie Usaha Mikro) dengan materi Nilai-nilai Dasar dan Prinsip-Prinsip Koperasi dan Yudo Minarto ( Kasie Pengawasan) dengan materi Pengawasan Koperasi Bagi Pengawas Koperasi. Dalam meterinya Agus Edhi Susanto, SE memaparkan tentang nilai dasar koperasi yaitu konsep-konsep atau pengertian-pengertian yang dipahami, dihayati dan dianggap bermanfaat serta disepakati oleh sebagian besar anggota koperasi untuk dijadikan pengikut di dalam perilaku kelompok koperasi.

Nilai-nilai koperasi ada 2 macam yaitu : 1) Ide-ide dasar dan etika filsafat dasar koperasi 2) Prinsip dasar yaitu pedoman instrumental bagi praktek koperasi. Koperasi bukan berasal dari hasil kajian ilmiah para ilmuawan melaikan berawal dari ide-ide atau anggota praktis berdasarkan pengalaman para praktisi dalam rangka upaya mencari alternatif sistem organisasi untuk mengatasi masalah-masalah sosial, ekonomi di masyarakat buruh Inggris pada pertengahan abad 19. Pemateri Muhammad Zuhdi, SE memaparkan tentang pengertian koperasi, pembentukan pengurus dan pengawas, rapat-rapat yang dilakukan pengurus dan anggota, serta hal-hal yang berhubungan dengan cara dalam pengelolaan koperasi sesuai dengan aturan.

Dengan dilaksanakannya kegiatan tersebut diharapkan para pengurus koperasi lebih memahami agar dapat mengelola koperasi dan usaha koperasi lebih maksimal sehingga akan tercapai koperasi yang berkualitas.

Bagikan Ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *