Jumat , 18 Juni 2021

Rakor Persiapan Pemulihan Ekonomi dan UKM

Bertempat diruang rapat Bung Hatta, pada hari Senin (29/06) Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur, Dr. Mas Purnomo Hadi dengan didampingi jajarannya memimpin Rapat Koordinasi Persiapan Pemulihan Ekonomi dan UKM di Jawa Timur, rapat ini dilakukan secara online menggunakan aplikasi Zoom meeting dengan Dinas yang membidangi urusan Koperasi dan UMKM Kabupaten/Kota di Jawa Timur, jumlah peserta rapat yang join pada kegiatan ini sebanyak kurang lebih 58 partisipan . Dalam sambutannya Mas Purnomo Hadi menyampaikan bahwa sinergi dengan semua pihak sangat dibutuhkan untuk pemulihan perekonomian Koperasi dan UMKM. “Kondisi di Jawa Timur saat ini masih di zona merah, harapan kami agar Jawa Timur segera menjadi zona hijau. Ada kurang lebih 4.000 koperasi terdampak covid. Sebesar 56% koperasi sudah melaksanakan RAT dari total 21 ribu koperasi aktif di Jawa Timur. Sebuah angka yang cukup bagus di tengah masa pandemic ini. Kita perlu bersinergi dalam pemulihan perekonomian koperasi dan umkm di masa pandemic covid-19 ini. Kita perlu mengetahui kebijakan – kebijakan dari pusat agar dapat kita laksanakan di daerah” demikian ujar Mas Purnomo Hadi membuka sambutannya.

Terkait dengan perayaan Hari Koperasi tingkat Provinsi Jawa Timur yang sedianya dilaksanakan di Kabupaten Nganjuk, tetapi dibatalkan karena adanya pandemi Covid-19 ini, Kepala Dinas juga mengharapkan petunjuk dari Deputi Kelembagaan Kementerian Koperasi dan UKM RI untuk menyikapi hal tersebut. ” Lembaga – lembaga keuangan berkedok koperasi banyak membuat masalah di daerah. Mohon arahan dari deputi pengawasan bagaimana penindakannya. Teman – teman di kab kota juga harus tegas. Jangan segan untuk mencabut ijin usahanya. Koperasi harus bergerilya lebih cepat di masa new normal ini,  jangan sampai langkah koperasi diambil alih oleh ‘bank titil’.”, demikian lanjut Kepala Dinas.

Pada penghujung sambutannya Mas Purnomo Hadi menyampaikan kepada para Narasumber agar menyampaikan materi secukupnya saja, jangan terlalu panjang, yang penting intinya tersampaikan, dan akan lebih diperbanyak sesi diskusinya. ” Di sesi terakhir kita akan adakan diskusi dengan teman – teman di Kabupaten / Kota. Apabila terdapat pertanyaan yang akan disampaikan namun tidak dapat dijawab di momen ini, maka dapat disampaikan kepada kami secara online untuk nanti kami sampaikan kepada narasumber”, demikian pungkasnya.

Narasumber yang join pada kegiatan ini antara lain :

  • Hanafi, Asisten Deputi Tata Laksana, yang menyampaikan bahwa sesuai Surat edaran kami nomor 268 tanggal 23 Juni 2020. Hari koperasi akan tetap dilaksanakan secara sederhana dengan memperhatikan protocol kesehatan yang berlaku. Pemasangan spanduk harus menyertakan lambang koperasi Indonesia dan BBI. Berdasarkan surat edaran, maka Penghargaan bhakti koperasi ditunda tahun depan. Sampai dengan tanggal 1 juli 2020, masih dimungkinkan usulan – usulan tersebut direvisi. Kegiatan peringatan harkop di Kementerian Koperasi antara lain Webinar, upacara virtual, penyerahan simbolis dana – dana dari LPDB, launching pendidikan.
  • Ari Gunawan, Asisten Deputi Penilaian Kesehatan Simpan Pinjam yang menyampaikan bahwa Pemeriksaan kesehatan dilaksanakan secara virtual sesuai dengan SOP dengan tetap memperhatikan protocol kesehatan. Langkah2 yang dilakukan untuk koperasi yang masih nakal, kita koordinasi dengan BPHPK, OJK, dan kepolisian sesuai dengan kewenangan masing-masing. Akan disiapkan perubahan-perubahan khususnya dalam hal regulasi penilaian kesehatan berbasis resiko. Kemudian akan melakukan upgrade dari perdep jadi permen terkait pemeriksaan kepatuhan, simpan pinjam, pemberian sanksi dan sebagainya.
  • Fixy, perwakilan dari Sekretaris Kementerian Koperasi menyampaikan bahwa kegiatan Bangga Buatan Indonesia (BBI) sudah persiapan launching, sudah beberapa kali rapat persiapan dengan agenda membahas apa target BBI, dan rencana wawancara dengan bumdes.
  • Supomo, Dirut LPDB menyampaikan bahwa dampak pandemi Covid-19 menyentuh ke semua sektor, termasuk Koperasi dan UKM. Pada tahun ini LPDB berkonsentrasi pada Koperasi. Kredit bermasalah koperasi-koperasi di Jawa Timur, kredit-kredit yang macet sudah dilakukan penundaan.

 

Sumber : Website Dinas Koperasi dan UKM Prov. Jatim

Bagikan Ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *