Senin , 2 Agustus 2021

LKMM Menggerakkan Ekonomi Dusun Untuk Peningkatan Ekonomi Daerah

Jember, Indonesia. Masih dalam nuansa Idul Fitri pada hari Rabu, 21 September 2011 Pukul 11.00 WIB Dinas Koperasi mengadakan Rapat Koordinasi Pembinaan LKMM se Kabupaten Jember sekaligus Halal Bihalal bersama Bpk. Pj. Bupati Jember, Zarkasi

Bertempat di Aula PB. Sudirman Pemkab Jember, kurang lebih sebanyak +500 undangan hadir, yang terdiri dari Ketua dan anggota Komisi B DPRD, perwakilan ILO , Kepala SKPD khusus bidang Ekonomi, Tim Monev, Fasilitator dn Pengurus LKMM se Kab. Jember.

Menurut Drs. Moh. Jamil M.Si. Kepala Bidang UMKM Dinas Koperasi. Rakordin yang selalu dilaksanakan rutin sekali dalam 3 bulan ini bertujuan untuk memberikan arahan dan pembinaaan serta evaluasi kinerja LKMM secara periodik. Monitoring dan evaluasi memang selalu dilakukan berkala untuk memantau perkembangan / progress yang dicapai LKMM agar kinerjanya optimal. “Selain itu kita juga mengadakan rakor bulanan sebagai tindak lanjut hasil monitoring dan evaluasi yang dilakukan 4x dalam seminggu di lapangan“, lanjut beliau.

Komisi B DPRD sendiri selama ini juga proaktif mendukung institusi terkait yaitu Dinas Koperasi dalam meningkatkan efektifitas kegiatan LKMM terutama dalam aspek budgeting dan legislasi.

Ir. Mirfano, Kepala Dinas Koperasi memaparkan bahwa program LKMM yang lebih dikenal dengan istilah Bank Gakin ini mulai dirintis sejak tahun 2005 dan sekarang sudah mencapai 246 unit yang tersebar di 246 Dusun. Anggota yang dilayani mencapai ­+18.000 orang dengan pinjaman antara Rp. 100 ribu s/d 2 Juta. Omset saat ini mencapai 22,8 M. dan SHU per Agustus 2011 mencapai 562 Juta. Di masa depan dengan terus mengembangkan LKMM tiap Dusun, diharapkan akan mampu lebih menggerakkan ekonomi Dusun, ekonomi Desa dan Kecamatan yang nantinya bisa meningkatkan perekonomian Kabupaten Jember.

Di akhir acara dalam sesi dialog interaktif, beberapa pengurus LKMM memberikan testimony pengalaman suka dukanya selama mengelola LKMM. Salah satu diantaranya LKMM Srikandi, Puger Wettan. LKMM ini merupakan LKMM bentukan tahun 2006 dengan modal awal 56 Juta hibah dari pemerintah. Saat ini sudah memiliki anggota 350 orang dengan asset Rp. 161 Juta lebih. Tiap minggunya angsuran yang dikelola antara 13-16 juta dan sudah memperolah jasa rata-rata 3 juta / bulan. Hal yang paling membanggakan lagi adalah LKMM ini sudah setahun lebih mampu memberikan bantuan sosial kepada Posyandu sebesar Rp. 35.000/bulan. “Alhamdulillah LKMM kami sudah mampu memberikan bantuan sosial dan yang penting saat ini wilayah kami sudah terbebas dari rentenir.’ ungkap Koordinator LKMM Srikandi dengan bangga.

Bagikan Ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *