Sabtu , 8 Mei 2021

Rapat Koordinasi dan Pembinaan LKMM Kab. jember 2013

Jember, Januarit 2013 Dalam rapat ini diundang tidak kurang dari 200 LKMM di 31 Kecamatan, 180 Dusun di wilayah Kabupaten Jember. Rapat ini bertujuan untuk silaturrahmi antar pengurus LKMM, Dinas Koperasi dan pihak Anggota Dewan dari komisi B DPRD Kab Jember. Bapak Anang Murwanto, S.Sos (Ketua Komisi B DPRD Kab. Jember) menyampaikan apresiasi dan  kebanggaannya terhadap perkembangan LKMM di Kab. Jember ini. Beliau juga menyampaikan akan terus mendukung program-program LKMM di Kab. Jember yang di targetkan setiap dusun di Kab. Jember terdapat minim 1 LKMM.

Ir Mirfano, Kepala Dinas UMKM dan Koperasi Kab. Jember yang memimpin rapat koordinasi ini mengingatkan para Fasilitator bahwa dalam Pelatihan Pengurus yang akan diadakan, mereka memiliki tanggung jawab untuk transfer knowledge terutama dalam hal Pembukuan Keuangan. Mereka harus menyajikan materi yang telah didapat selama pembekalan dan membimbing pengurus untuk menguasai pembuatan Laporan Keuangan LKMM.

Seperti yang dikemukakan Drs. Moh Jamil, M.si. Kepala Bidang UMKM Dinas Koperasi bahwa Pelatihan Pengurus dijadwalkan bulan April agar bulan Mei 2013, semua LKMM sudah terbentuk dan dana bisa segera digulirkan. Dana bantuan sebesar Rp. 25.000.000,- ini akan baru bisa digulirkan jika 3 Pengurus LKMM yaitu Koordinator, Juru Buku dan Kasir secara definitif telah resmi ditetapkan melalui SK Kepala Dinas Koperasi, UMKM Kabupaten Jember ungkap beliau.

Untuk merealisasikan semua itu, menurut Moh Jamil dibutuhkan gerak cepat yang perlu dukungan dari semua pihak terkait terutama Fasilitator dan Kolektor . Fasilitator, Kolektor dan juga Koordinator Rayon harus bisa menjadi sebuah team yang solid dan selalu berkoordinasi di setiap kegiatan. Mereka harus memiliki kesamaan pemahaman terhadapTupoksi (Tugas Pokok dan Fungsi) masing-masing, lanjut beliau.

Hasil rapat disepakati bahwa pelatihan pengurus akan dilaksanakan minggu pertama dan kedua bulan April 2013 yang dijadwalkan menurut kesiapan masing-masing rayon. Nama-nama calon pengurus yang sudah dirumuskan oleh Fasilitator juga ditetapkan.

Dalam rapat ini juga terungkap kendala-kendala yang kerap kali ditemui Fasilitator selama grounded, antara lain :

Pertama : Birokrasi, aparat pemerintah baik di tingkat Kecamatan, Desa, RT/RW masih sering mempertanyakan keberadaan Fasilitator ketika melaksanakan kegiatan di lapangan; Kedua : Kecurigaan dari masyarakat setempat yang bersifat politis; dan Ketiga : Adanya pengaruh dari pihak-pihak tertentu untuk calon pengurus “titipan”.

Ketiga hal tersebut harus menjadi perhatian serius para Fasilitator agar penjaringan calon pengurus bisa dilakukan dengan benar dan mendapatkan orang-orang yang tepat.

Melalui tahap-tahap pendirian yang benar berpedoman pada peraturan yang ada, diharapkan program pendirian LKMM segera terealisasikan dan dana hibah yang digulirkan akan tepat sasaran yaitu sebagai sumber permodalan bagi LKMM yang dikelola secara mandiri dengan prinsip-prinsip transparansi, akuntabiliats, dan berkelanjutan yang dapat diakses untuk mencukupi kebutuhan modal oleh para anggotanya yaitu pengusaha mikro keluarga miskin.

Bagikan Ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *