Sabtu , 16 Oktober 2021

Saatnya UKM menangkap peluang komoditi cacao nasional

Jember 17-juli-2012. Di Negara kita sudah sejak dulu mengerti tentang nilai ekonomi dari tanaman kopi. Hampir di seluruh penjuru tanah air kita mengkonsumsi kopi sebagai minuman. Namun sangat jarang kita melihat orang Indonesia memanfaatkan cacao/coklat sebagai minuman keseharaian. Masih banyak anggapan bahwa cacao/coklat adalah minuman orang barat dan eropa. Dari segi kesehatan, kandungan cacao sangat baik untuk tubuh kita. Kandungan lemak nabati tinggi dan protein terkandung di dalam biji cacao. Di Negara asalnya eropa, meminum coklat hangat adalah menjadi kebiasaan di pagi hari sebelum memulai aktifitas mereka.

Permintaan akan cacao serta olahannya sangat tinggi di dunia dan Indonesia sendiri merupakan pemasok terbesar ke-3 di dunia. Setelah Gana dan Pantai Gading. Dengan Negara pengimport lebih banyak dari Negara-negara eropa.

Peluang usaha komoditi cacao ini perlu di tangkap oleh pelaku usaha di Indonesia, termasuk UKM dan Koperasi. Hal ini di utarakan oleh Bapak Ir. Mirfano (kepala UMKM dan Koperasi Kab. Jember) dalam sambutannya di sela-sela acara “Seminar Cacao Morning” situasi komoditas cacao dalam perekonomian nasional dan perdagangan global, di Gedung Multimedia Fakultas Ekonomi Universitas Jember. Hadir pula Bapak Hendro Winarno perwakilan dari PUSLIT Kopi dan Cacao Indonesia, beliau memaparkan tentang siapnya puslit membantu para petani dan pelaku usaha lainnya dalam mengambangkan produk-produk olahan cacao. Dengan dukungan dari pemerintah serta adanya SDM dan SDA yang ada di masyarakat kabupaten jember siap untuk menjadikan cacao sebagai komoditi unggulan di kabupaten jember.

Bagikan Ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *