Jumat , 5 Maret 2021

UD.Sumber Makmur Masuk Nominasi UKM Award “Parasamya Kertanugraha”

Jember, 19 November 2010. UD. Sumber Makmur Ds. Suci Kec. Panti menjadi salah satu pemenang penghargaan UKM berprestasi yaitu Parasamya Kertanugraha tahun 2010. Dari hasil verifikasi / penilaian lapangan oleh Tim Pokja Provinsi Jatim “home industry” yang dikelola oleh Imam Syafi’i ini memenuhi kreteria penilaian sebagai pemenang kategori Wirausaha Muda.

Penyerahan UKM Award ini akan diberikan secara langsung oleh Bpk. Gubernur Jatim pada hari ini Jumat tgl 19 Nopember 2010 bertempat di Gramedia Expo, Jln. Basuki Rahmad No 93-105 Surabaya pukul 13.00 WIB, meliputi Juara 1,2,3 serta Juara harapan 1 dan 2 dari masing-masing kategori yaitu : Perintis, Pelestari Budaya, Wirausaha Muda dan Wirausaha

Disamping acara penganugerahan penghargaan tersebut, di tempat yang sama akan digelar pameran produk dari UKM yang telah masuk nominasi (pemenang I s/d harapan 2) selama 2 hari efektif tanggal 20 dan 21 Nopemeber 2010.

UD. Sumber Makmur merupakan salah satu UKM unggulan di Kabupaten Jember. Pemilik “home industry” ini adalah wirausaha muda Imam Syafi’ yang baru berusia 35 tahun. Jenis usaha yang dijalankan adalah industri alat-alat rumah tangga yang menghasilkan produk utama peralatan dapur, konveksi dan ATK. Usaha ini beralamat di Dsn. Glengseran RT.02 RW.01 Ds. Suci Kec. Panti dengan jumlah karyawan saat ini kurang lebih 20 orang .

Imam Syafi’I memulai usahanya sejak thun 1995 dengan modal awal Rp. 1.000.000 yang pada waktu itu produksinya hanya 20 unit per minggu. Dari tahun ke tahun usaha ini terus berkembang dan sering difasilitasi oleh Dinas Koperasi dengan bantuan pemasaran melalui pameran-pameran yang diadakan baik lokal , regional maupun nasional. Sampai per akhir tahun 2009 omsetnya telah mencapai Rp. 2.367.500.000,- dengan laba usaha Rp. 118.375.000 ,-

Point penting yang menjadi pertimbangan penghargaan sebagai Wirausaha Muda untuk UD. Sumber Makmur ini adalah mempunyai visi peningkatan potensi pemuda dengan prinsip manajemen modern, produksinya tidak merusak lingkungan, peningkatan penyerapan tenaga kerja, dan selalu inovatif dan respon terhadap perkembangan teknologi yang ada.

Bagikan Ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *