Jember, 6 November 2025 – Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Jember resmi menutup rangkaian kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Dasar-Dasar Akuntansi bagi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) pada hari ini. Penutupan dilakukan bersamaan dengan selesainya bimbingan teknis dari angkatan 11, yang diikuti oleh peserta dari Kecamatan Kalisat, Kecamatan Sumberbaru, dan Kecamatan Silo.
Kegiatan penutupan secara resmi dipimpin oleh Kepala Bidang Kelembagaan dan Pengawasan, Bapak Rudi Prasetya Aji, S.Sos., yang mewakili Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Jember. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada seluruh peserta dari 11 angkatan yang telah mengikuti bimbingan teknis dengan antusias dan semangat tinggi. “Harapannya, ilmu yang diperoleh dari bimtek ini dapat diterapkan langsung dalam pengelolaan keuangan koperasi di tingkat desa maupun kelurahan, agar KDKMP semakin profesional dan transparan,” ujarnya.
Selama kegiatan berlangsung sejak awal Oktober 2025, bimbingan teknis ini menghadirkan berbagai narasumber berkompeten dari dunia akademik dan praktisi. Pada angkatan terakhir, materi disampaikan oleh dua narasumber dari Universitas Jember yang membahas prinsip dasar akuntansi dan pencatatan keuangan koperasi, serta satu narasumber dari Perum Bulog yang menekankan pentingnya akuntabilitas dalam pengelolaan usaha koperasi berbasis pangan. Selain itu, turut hadir narasumber dari Pupuk Indonesia yang memberikan perspektif tentang sinergi antara koperasi dan BUMN dalam memperkuat ekonomi desa.
Bimtek Dasar-Dasar Akuntansi ini merupakan bagian dari upaya Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Jember dalam meningkatkan kapasitas dan kompetensi pengurus serta pengawas KDKMP di seluruh wilayah. Secara keseluruhan, kegiatan ini telah diikuti oleh 248 koperasi dari 31 kecamatan yang dibagi ke dalam 11 angkatan. Dengan berakhirnya angkatan ke-11 hari ini, seluruh rangkaian kegiatan bimtek dinyatakan resmi selesai. Harapannya, hasil dari bimtek ini dapat mendorong peningkatan tata kelola keuangan koperasi yang lebih baik, transparan, serta berorientasi pada kesejahteraan anggota dan masyarakat desa secara berkelanjutan.