Jember, 21 Juli 2025 — Peluncuran kelembagaan 80.081 Koperasi Desa/Kelurahan Merah
Putih (KDMP/KKMP) dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia melalui siaran virtual
bersama Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto. Acara tersebut digelar
terpusat di Koperasi Desa Merah Putih Bentangan, Desa Bentangan, Kecamatan Wonosari,
Kabupaten Klaten.
Untuk wilayah Kabupaten Jember, kegiatan peluncuran diselenggarakan di kawasan wisata
Rembangan. Saat ini, Kabupaten Jember telah memiliki sebanyak 248 Koperasi
Desa/Kelurahan Merah Putih, yang terdiri atas 226 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan
22 Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP).
Turut hadir bersama Bupati Jember adalah Forkompinda, Kepala OPD, pimpinan Bank
Pemerintah, pimpinan PT POS, pimpinan BI, perwakilan Kementerian Koperasi dan
Perwakilan LPDB. Peluncuran ini sekaligus menandai pengukuhan secara resmi
kelembagaan koperasi desa dan kelurahan Merah Putih yang tersebar di wilayah Kabupaten
Jember.
Koperasi Merah Putih merupakan bagian dari program strategis nasional yang diinisiasi oleh
Presiden Prabowo Subianto sebagai upaya membangun kemandirian ekonomi masyarakat
melalui penguatan kelembagaan koperasi di tingkat desa dan kelurahan. Program ini
bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa secara berkelanjutan, dengan
menghadirkan koperasi sebagai motor penggerak ekonomi lokal yang sehat, profesional,
dan berbasis digital.
Dengan mengedepankan semangat kolaborasi, peluncuran Koperasi Desa/Kelurahan Merah
Putih di Kabupaten Jember diharapkan menjadi fondasi penting dalam mendorong
transformasi ekonomi yang lebih adil dan merata. Program ini tidak sekadar menjadi simbol
penguatan kelembagaan koperasi, tetapi juga diharapkan mampu membuka akses yang
lebih luas bagi masyarakat desa terhadap sumber daya produktif, pelatihan kewirausahaan,
serta pembiayaan yang mendukung kemandirian ekonomi.
Melalui pendekatan yang berbasis partisipasi masyarakat dan pemerataan pembangunan,
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih diharapkan dapat mengurangi kesenjangan
antarwilayah serta menciptakan peluang ekonomi baru di tingkat lokal. Ini menjadi langkah
awal yang strategis dalam mewujudkan ekosistem ekonomi yang inklusif, di mana seluruh
elemen masyarakat, terutama pelaku UMKM dan koperasi di pedesaan, dapat tumbuh dan
berkembang secara berkelanjutan.