Jember, 5 Agustus 2025 – Dalam rangka mendorong pengembangan ekonomi lokal yang berkelanjutan, Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Jember memfasilitasi pertemuan rapat koordinasi pemetaan potensi usaha untuk mendukung penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Kegiatan ini diselenggarakan di Gedung PLUT KUMKM, Jl. Letjen S. Parman No. 58, Sumbersari, Jember dan dihadiri oleh perwakilan dari berbagai instansi teknis yang memiliki peran dalam pembangunan ekonomi daerah.
Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk mengidentifikasi potensi ekonomi riil di tingkat desa dan kelurahan, yang nantinya akan menjadi dasar pembentukan usaha koperasi yang berbasis pada kekuatan lokal. Setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang hadir diminta memberikan data sesuai dengan sektor tugas dan kewenangan masing-masing, antara lain sektor pertanian, peternakan, perikanan, perdagangan, kesehatan, dan pariwisata.
Sebagai contoh, dari wilayah Kecamatan Arjasa, ditemukan potensi pertanian berupa tanaman padi, sektor perkebunan dengan komoditas buah naga, serta perikanan melalui budidaya lele. Selain itu, peternakan ayam petelur juga menjadi potensi andalan, didukung oleh keberadaan distributor pupuk dan agen LPG di sektor perdagangan. Sektor kesehatan dan pariwisata juga menunjukkan perkembangan, dengan keberadaan apotek dan kelompok sadar wisata (pokdarwis).
Kepala Bappeda Kabupaten Jember, Arief Wahyono, SE, dalam surat undangannya menegaskan bahwa hasil dari rapat koordinasi ini akan diserahkan kepada Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Jember untuk diolah dan dijadikan panduan strategis dalam pembentukan dan penguatan usaha KMP di masing-masing wilayah. Pendekatan ini diharapkan mampu memberikan arah pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal yang lebih terarah dan berdaya saing.
Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antar instansi dapat terjalin dengan lebih kuat, sehingga tujuan pemerintah daerah untuk mendorong koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan bisa tercapai. Pemetaan ini menjadi langkah awal penting dalam merancang unit-unit usaha koperasi yang tidak hanya sesuai dengan potensi lokal, tetapi juga berorientasi pada keberlanjutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.