Salah satu aspek yang tidak bisa diabaikan dalam dunia usaha, terutama industri atau penjual produk pangan adalah kemasan (packaging). Bahkan dalam kondisi persaingan usaha yang sangat kompetitif, selain harga dan kualitas produk, kemasan merupakan faktor penting dalam memenangkan dalam persaingan usaha. Sehingga fungsi kemasan tidak lagi sebagai melindungi produk dari kerusakan saat menjalani proses transportasi, penyimpanan, dan penjualan produk, serta tidak hanya memberikan keunikan produk dan sebagai pembeda dari produk lain yang memudahkan konsumen memilih suatu produk dibandingkan dengan produk yang lain. Tetapi kemasan juga sebagai alat yang dapat mendorong meningkatkan penjualan. Hal ini dikarenakan kemasan langsung berhadapan dengan konsumen, sehingga kemasan dapat memengaruhi konsumen untuk memberikan respon positif. Bahkan desain kemasan (packaging) memiliki pengaruh yang signifikan dan positif pada impulsive buying.
Meskipun kemasan produk sangat penting untuk mendongkrak penjualan, hanya sedikit pelaku usaha terutama pelaku usaha mikro dan kecil yang memperhatikan kemasan produknya. Sebagian besar UKM di Indonesia menurut pengusaha kemasan masih mengemas produknya dengan tampilan yang tidak menarik. Sebab, masih ada pandangan bahwa kemasan itu mahal. Menurutnya, pandangan itu ada karena UKM mengira dibutuhkan alat yang mahal untuk mengemas produk makanan atau pun minumannya agar apik dilihat konsumen. Diakui oleh Menteri Koperasi dan UKM bahwa permasalah utama produk UKM adalah dari sisi kemasan yang kurang menarik jika dibandingkan dengan produk dari luar negeri.
Pada Pelatihan Kemasan Produk UMKM yang dilaksanakan pada tanggal 15 Juni 2023 di Aula Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, pada pelatihan ini para peserta dibekali tentang cara memberikan label stiker serta posisi label yang benar agar kemasan terlihat menarik.Tahap selanjutnya adalah peserta membuat kemasan untuk produknya. Proses pembuatan kemasan ini dibantu oleh narasumber, mulai dari pemilihan bahan, ukuran, sampai dengan desain dan warna kemasan. Selain itu para peserta dibekali tidak hanya cara mengemas produk secara baik tetapi peserta diberikan cara bagaimana suatu produk memiliki mutu makanan yang didalamnya terdiri dari keamanan pangan dan kandungan gizinya.

