Jember, 12 Juli 2025 — Dalam rangka memperingati Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-78, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Jember menggelar apel peringatan yang berlangsung khidmat dan semarak di Alun-Alun Kabupaten Jember pada Sabtu pagi, 12 Juli 2025. Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Jember, Forkopimda, Pengurus koperasi, tokoh masyarakat, serta pengurus koperasi desa/kecamatan di 31 kecamatan.
Apel peringatan Hari Koperasi dimulai pukul 08.30 WIB dengan kedatangan Bupati Jember. Kegiatan diawali dengan pemberian santunan kepada 20 anak yatim, sebagai wujud kepedulian sosial dalam semangat kebersamaan dan nilai-nilai koperasi. Selanjutnya, seluruh peserta mengikuti prosesi menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya yang dipandu oleh tim Protokol.
Pembacaan sholawat yang dipimpin oleh Grup Sholawat Al Badar dari Gebang Patrang di bawah asuhan Ust. Abd. Hamid turut menyemarakkan suasana. Acara dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat penghargaan hasil penilaian kesehatan koperasi kepada empat koperasi di Jember yang berhasil meraih predikat "Sehat", antara lain Koperasi Kredit Cu Yos Sudarso (Ambulu), Koperasi Konsumen Pegawai Republik Indonesia Karya Bhakti Silo, Koperasi Simpan Pinjam Wahana Artha Perdana (Ambulu), dan Koperasi Konsumen Kepolisian Resor Jember.
Selain itu, secara simbolis juga diserahkan SK dan Akta Badan Hukum kepada empat koperasi desa/kelurahan yang baru terbentuk, yakni Koperasi Desa Kertonegoro (Jenggawah), Desa Patemon (Pakusari), Kelurahan Kebonsari (Sumbersari) dan Tegal Gede (Sumbersari).
Dalam sambutannya, Bupati Jember menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Jember dalam mendorong kemajuan koperasi sebagai sokoguru perekonomian kerakyatan. Ia juga mengajak seluruh elemen koperasi untuk terus berinovasi dan memperkuat peran koperasi dalam menghadapi tantangan ekonomi ke depan.
Sebagai penutup, dilakukan prosesi pemotongan tumpeng oleh Bupati yang kemudian diserahkan kepada Ketua Dekopin Kabupaten Jember sebagai simbol rasa syukur dan semangat kebersamaan. Suasana keakraban pun terasa dalam sesi ramah tamah dengan konsep lesehan ala santri yang mencerminkan kearifan lokal dan kesederhanaan.
Acara ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan perjalanan koperasi di Jember dan mempererat sinergi antara pemerintah, pelaku koperasi, serta masyarakat dalam membangun ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.